Laman

Jumat, 03 September 2010

Contoh Karya Ilmiah

BAB I
PENDAHULUAN

Dalam bab pendahuluan ini akan diuraikan tentang : 1.1 Latar Belakang, 1.2 Rumusan Masalah, 1.3 Tujuan Penelitian, 1.4 Manfaat Penelitian.

1.1Latar Belakang Masalah
Pertumbuhan adalah proses fisiologis yang ditandai dengan pertambahan biomassa, jumlah sel dan bertambahnya volume sel yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali pada kondisi semula). Pada tumbuhan ber sel 1 terjadi penambahan besar sel, sedangkan pada tumbuhan multiselluler terjadi pembesaran sel maupun penambahan ukuran sel. Pada proses perkecambahan, ada 2 tipe perkecambahan; Epigeal (Perkecambahan dimana kotiledon berada di atas tanah) dan Hipogeal (Kotiledon tetap berada di dalam tanah).
Perkembangan adalah proses pada tubuh untuk mencapai kedewasaan atau matuaritas. Matuaritas tidak dapat diukur secara kuantitatif namun bisa dilihat dari cirri-cirinya atau dengan konsep kualitatif. Dalam proses perkembangan biasanya terjadi diferensiasi sel ( perubahan struktur dan fungsi sel ), histogenesis ( pembentukan jaringan ), organogenesis ( pembentukan organ ), dan gametogenesis ( pembentukan sel – sel kelamin ).
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan ada 2 yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor internal adalah faktor dari dalam, meliputi: gen dan hormon. Faktor eksternal adalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari luar, meliputi: nutrisi, suhu, cahaya, air, kelembaban dan oksigen.
Kacang hijau merupakan salah satu tanaman yang bernutrisi tinggi. Di dalamnya terkandung protein,Vitamin B,A,dan,E.Selain itu juga bisa untuk melancarkan buang air besar dan menambah semangat. Dengan dasar-dasar dari atas dapat disimpulkan bahwa kacang hijau sangatlah bermanfaat untuk kesehatan tubuh.
Berdasarkan latar belakang tersebut kami ingin mengadakan penelitian mengenai pengaruh media tanaman (tanah, kompos, kapas, sekam, serbuk gergaji) terhadap pertumbuhan biji kacang hijau dengan menyamakan perlakuan terhadap masing-masing biji.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut :
1. Apakah pebedaan media tanam (tanah, kompos, kapas, sekam, serbuk gergaji)
berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan biji kacang hijau?
2. Bagaimana pengaruh pebedaan media tanam (tanah, kompos, kapas, sekam,
serbuk gergaji) berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan biji kacang hijau?

1.3Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang diangkat, adapun tujuan yang diperoleh yang mengarah pada suatu konsep, yaitu :
1. Mengetahui apakah pebedaan media tanam berpengaruh terhadap kecepatan
pertumbuhan biji kacang hijau.
2. Mengetahui bagaimana pengaruh perbedaan media tanam terhadap kecepatan
pertumbuhan biji kacang hijau.
1.4 Manfaat Penelitian
Sejalan dengan tujuan, maka adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini, yaitu :
1.Meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotor penulis khususnya tentang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
2.Menginformasikan kepada pembaca mengenai pengaruh perbedaan media taman terhadap kecepatan pertumbuhan biji kacang hijau.
3.Mengkaji kembali media tanam yang paling baik di gunakan dalam menunjang pertumbuhan biji kacang hijau.
4.Memberikan informasi yang aktual sehingga dapat membantu pengembangan industri kacang hijau.

1.5 Penjelasan Istilah
Untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam menafsirkan istilah penting yang berkaitan dengan judul penelitian ini, yaitu “Pengaruh Media Tanam (Tanah,Kompos,Kapas,Sekam,Serbuk Gergaji) terhadap Kecepatan Pertumbuhan Biji Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L)”, maka dipandang perlu untuk memberikan beberapa penjelasan sebagai berikut:
1.Perbedaan
Perbedaan berasal dari kata dasar beda yang artinya sesuatu yang menjadikan berlainan (tidak sama) antar dua benda (hal dan sebagainya). (Poerwadarminta, 1999:104).Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan perbedaan adalah tidak samanya kecepatan pertumbuhan biji kacang hijau.
2.Media tanam
Media tanam dapat didefinisikan sebagai kumpulan bahan atau substrat tempat tumbuh benih yang disebarkan atau ditanam (Widiarto,1996)
3.Tanah
Tanah (bahasa Yunani: pedon; bahasa Latin: solum) adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organic (anonim, Wikipedia;2008)
4.Kompos
Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003).
5.Kapas
Kapas adalah serat halus yang menyelubungi biji beberapa jenis Gossypium (biasa disebut "pohon"/tanaman kapas), tumbuhan 'semak' yang berasal dari daerah tropika dan subtropika. (anonim, Wikipedia;2008)
6.Sekam
Sekam adalah bagian dari bulir padi-padian (serealia) berupa lembaran yang kering, bersisik, dan tidak dapat dimakan, yang melindungi bagian dalam (endospermium dan embrio). (anonim, Wikipedia;2008)
7.Kecepatan
Laju dalam fisika adalah nisbah perubahan jarak d per satuan waktu t. Laju adalah besaran skalar dengan dimensi panjang/waktu. Besaran vektor yang ekivalen adalah kecepatan. (anonim, Wikipedia;2008)
8.Pertumbuhan
Pertumbuhan pada suatu makhluk hidup atau organisme dapat diartikan sebagai proses pertambahan biomassa atau ukuran (berat, volume, atau jumlah) yang sifatnya tetap dan irreversible (tidak dapat balik ke kondisi semula ). Jadi, pertumbuhan merupakan suatu konsep kuantitatif yang berkaitan dengan pertambahan massa suatu organisme. (Sri Pujiayanto, 2008 : 3).
9.Biji
Biji (bahasa Latin:semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah masak. (anonim, Wikipedia;2008)
10.Kacang Hijau
Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. (anonim, Wikipedia;2008)


BAB II
LANDASAN TEORI

Dalam bab landasan teori ini akan diuraikan tentang : 2.1 Penelitian Pendahuluan, 2.2 Kerangka Berpikir , 2.3 Hipotesis.

2.1 Penelitian Pendahuluan
Pertubuhan pada suatu makhluk hidup atau organisme dapat di artikan sebagai proses perubahan biologis yang terjadi di dalam organisme yang merupakan pertambahan ukuran (volume, massa, tinggi) yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke keadaan semula). Pertumbuhan dapat di ukur dan di nyatakan dengan konsep kuantitatif yang berkaitan dengan pertambahan massa suatu organisme.
Perkembangan dapat di artikan sebagai proses yang menyertai pertumbuhan. Atau terspesialisasinya sel – sel menjadi struktur dan fungsi tertentu menuju kedewasaan. Dalam proses tersebut terjadi diferensiasi sel (perubahan struktur dan fungsi sel), histogenesis (pembentukan jaringan), Organogenesis (pembentukan organ), dan gametogenesis (pembentukan sel – sel kelamin).perkembangan merupakan suatu konsep kualitatif (tidak dapat di hitung).
Secara umum pertumbuhan dan pekembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin betina dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi. Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu:
1. Pertumbuhan Primer
Terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang. Adanya jaringan meristem primer pada ujung akar dan batang ini memungkinkan tumbuhan tumbuh lebih tinggi atau lebih panjang.
2. Pertumbuhan Sekunder
Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan.
Pertumbuhan dan perkembangan itu sendiri di pengaruhioleh dua faktor, yaitu faktor dalam dan faktor luar.
Faktor dalam:
Gen: Terkandung faktor-faktor sifat keturunan yang dapat diturunkan
pada keturunannya, berfungsi mengantur reaksi kimia di dalam
sel (missal sintesa protein).
Hormon : Auksin, sitokinin, giberlin, asam traumalin, Kalin

Faktor luar :
Makanan : Makanan adalah sumber energy dan sumber materi
untuk menyintesis berbagai komponen sel.
Air: Air berfungsi untuk fotosintesis, mengaktifkan reaksi enzimatik,
menjaga kelembaban, dan membantu perkecambahan biji.
Suhu: Tumbuhan membutuhkan suhu tertentu untuk tumbuh dab berkembang
Cahaya : Tumbuhan membutuhkan cahaya. Banyak cahaya yang
dibutuhkan berbeda di setiap tumbuhan.
Kelembaban: Tanah dan udara yang lembab berpengaruh baik terhadap
pertumbuhan.

2.3 Hipotesis
Dari landasan teori di atas dapat di rumuskan hipotesis sebagai berikut:
2.3.1 Hipotesis Nol (H )
Tidak ada pengaruh perbedaan media tanam (Tanah, Kompos, Kapas, Sekam,
Serbuk Gergaji) terhadap kecepatan pertumbuhan tanaman kacang
hijau (Phaseolus radiatus L)
2.3.2 Hipotesis Alternatif (H )
Ada pengaruh perbedaan media tanam (Tanah, Kompos, Kapas, Sekam,
Serbuk Gergaji) terhadap kecepatan pertumbuhan tanaman kacang
hijau(Phaseolus radiatus L)



BAB III
METODE PENELITIAN

Dalam bab metode penelitian ini akan diuraikan tentang : 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian, 3.2 Metode Penelitian, 3.3 Teknik Pengambilan Sampel, 3.4 Teknik Pengumpulan Data.

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian.
Kegiatan penelitian dan penyusunan karya tulis ilmiah ini dilaksanakan pada
tanggal 29 Juli s/d 14 Agustus 2010. Kegiatan pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di beberapa tempat sebagai berikut :
1.Ruang kelas XII IPA 1 di SMA Negeri 1 Negara sebagai tempat meneliti pertumbuhan biji kacang hijau dan penyusunan selama pembuatan karya tulis ini.
2.Warnet (warung internet), untuk melaksanakan pencarian data-data yang dibutuhkan untuk mendukung karya tulis ini.
3.Di rumah penulis sebagai tempat penulisan dan penyusunan diluar jam sekolah guna cepat terselesaikannya karya tulis ini.

3.2 Metode Penelitian
Dalam penyusuan karya tulis ini, digunakan metode eksperimen yang di lakukan dengan melakukan percobaan tentang perbedaan pengaruh media tanam (tanah, kompos, kapas, sekam, serbuk gergaji) terhadap kecepatan pertumbuhan biji kacang hijau. Yang bertujuan untuk memperoleh data kuantitatif yang nantinya dipergunakan dalam menjawab hipotesis yang telah di buat.


3.3 Teknik Pengambilan Sampel
3.3.1 Teknik Random
Teknik random yaitu teknik pengambilan sampel yang di lakukan dengan
cara acak dari populasi yang ada. Pada tahap ini di pilih sampel biji kacang hijau yang terdapat di kabupaten jembrana secara acak.
3.3.2 Teknik Konvensional
Teknik konvensional merupakan teknik pengambilan sampel yang di lakukan dengan cara memilih sampel yang baik dan di pandang dapat tubuh normal dari populasi yang ada. Pada tahap ini di lakukan pemilihan sampel dengan cara merendam biji kacang hijau dan memilih biji kacang hijau yang tenggelam, karena biji yang tenggelam di pandang dapat tumbuh lebih baik daripada yang mengapung.

3.4 Teknik Pengumpulan Data
3.4.1 Identifikasi Variabel
3.4.1.1 Variabel Terikat
Perbedaan tinggi tanaman dalam jangka waktu 10 hari.
3.4.1.2 Variabel bebas
Media tanam (tanah, kompos, kapas, sekam dan serbuk gergaji)
3.4.1.3 Variabel Manipulasi
Menggunakan media tanam yang berbeda,dilakukan dengan cara
menanam biji kacang hijau di tanah, kompos, kapas, sekam dan
serbuk gergaji..
3.4.1.4 Variabel Respon
Perbedaan kecepatan perkecambahan pada biji kacang hijau yang
diukur setiap hari.
3.4.1.5 Variabel Kontrol
Berupa jenis biji kacang hijau, kelembaban dan pH, suhu ruangan, intensitascahaya dan pemberian air yang sama.

3.4.2 Alat dan Bahan
3.4.2.1 Alat Yang Di Pergunakan
1. Pot tanaman diameter
Pot/tempat media tanam ini mengunakan pot yang di bawahnya berlubang dengan ukuran diameter atas 15 cm, diameter bagian bawah 13 cm dan tingginya 10 cm , sebanyak 5 buah.
2. Penggaris/Mistar
Mistar yang digunakan adalah penggaris plastik yang berukuran 30 cm, sebanyak 1 buah.yang dipergunakan dalam pengukuran tinggi tanaman setiap harinya.
3. Kertas stiker
Kertas stiker yang di gunakan disini adalah kertas stiker ukuran A4, yang di pergunakan untuk memberi nam sample ataupun nama media tanam.
4. Alat tulis
Alat tulis yang di dipergunakan adalah bolpoin dan buku catatan sebagai alat untuk mencatat hasil percobaan yang diperoleh.
5. Mangkuk kecil
Mangkuk kecil ini di pergunakan sebagai tempat untuk perendaman biji kacang hijau, yang bertujuaan untuk membantu proses perkecambahan biji kacang hijau.

3.4.2.1 Bahan Yang Di Perlukan
1. Biji kacang hijau
Biji kacang hijau yang dipergunakan sebagai bibit yang berjumlah 50 butir biji dan di bagi menjadi 5 kelompok, dimana setiap terdiri dari 10 butir biji kacang hijau. Pengambilan biji di lakukan secara acak tetapi juga memperhatikan kualitas biji itu sendiri.
2. Kapas
Kapas yang di gunakan adalah kapas yang di perjual belikan di toko-toko.3.Tanah
Tanah yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah tanah subur yang di dapatkan dari salah satu perkebunan petani di Kabupaten Jembrana.
4. Sekam
Sekam yang di gunakan adalah sekam yang di perjual belikan di toko.
5. Serbuk gergaji
Serbuk gergaji yang dipergunakan adalah serbuk gergaji yang di dapat pada salah satu perusahaan kayu di Kabupaten Jembrana.
6. Kompos
Kompos yang dipergunakan adalah kompos yang di buat langsung oleh ekstrakulikuler Sispala Langgeng Bhuana SMA N 1 Negara.
7. Air
Air ini dipergunakan untuk penyiraman sehingga media tanam tetap basah dan berair.

3.4.3. Sampel dan Populasi
3.4.3.1 Sampel
Sampel yang dipergunakan dalam percobaan tentang pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan ini adalah 50 biji kacang hijau.
3.4.3.2 Populasi
Populasi dari sampel yang dipergunakan dalam percobaan tentang pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan ini adalah biji kacang hijau yang tumbuh di kabupaten jembrana.

3.4.4 Teknik Pengukuran
Teknik pengukuran yang kami gunakan dalam percobaan kali ini adalah teknik kuantitatif, yaitu teknik pengukuran secara kuantitaif (dapat dihitung) yang mendapatkan hasil berupa angka-angka yang menunjukan ada ataupun tidak pengaruh media tanam terhadap kecepatan pertumbuhan biji kacang hijau (Phaseolus radiatus L).

3.4.5 Proses Pengumpulan Data
Proses pengumpulan data yang dilakukan dengan beberapa tahapan sebagai berikut:
1. Menyiapkan alat dan bahan
Pada sesi ini disiapkan peralatan dan bahan-bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini. Di antaranya akan mempersiapkan media tanam (tanah, kompos, kapas, sekam, serbuk gergaji) dan biji kacang hijau.

2. Pelaksanaan Penelitian
Setelah menyiapkan segala sesuatunya, langkah selanjutnya adalah melaksanaan penelitian. Pada percobaan ini penelitian yang dilakukan adalah selama 7 hari. Dalam penelitian ini di lakukan penilaian ,penelitian,dan menanggapi tentang pengaruh media tanam terhadap kecepatan pertumbuhan biji kacang hijau.
3. Mencatat
Setelah dilakukan pengamatan, kami mencatat perkembangan-perkembangan yang terjadi pada biji kacang hijau yang tercantum pada tabel berikut :
4. Analisis Data
Data yang telah didapat, di analisa dalam kurun waktu yang telah di tentukan. Dalam penelitian ini waktu yang di perlukan adalah 7 hari.Data tersebut akan dirata-ratakan sesuai dengan ketentuan. Dan setelah proses analisis data selesai, hasilnya akan dipergunakan untuk menguji hipotesis yang telah di rumuskan.




BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam bab pendahuluan ini akan diuraikan tentang : 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian 4.2 Pengujian Hipotesis, 4.3 Pembahasan, 4.4 Keterbatasan Penelitian

4.1 Deskripsi Hasil Penelitian
No. SAMPEL
TINGGI PADA HARI KE-
(Centi meter) KECEPATAN PERTUMBUHAN
1 2 3 4 5 6 7
1
A ( Tanah Subur ) 1.5 4.5 16.5 21.5 26 30 32

2
B ( Kompos ) 1 3.5 14 19 23 28 31

3
C ( Kapas ) 1 2.5 8 12.5 24 28.5 29

4
D ( Sekam ) 0.5 1.5 4 9 16 21.5 22.5

5
E ( Serbuk Gergaji ) 1 1 2 2 2 2 2.5



4.2 Pengujian Hipotesis
Sebelum melakukan percobaan pengaruh media tanam terhadap kecepatan pertumbuhan ini, kami memiliki dua hipotesis yaitu perbedaan media tanam tidak berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan biji kacang hijau (Phaseolus radiatus L) sebagai hipotesis yang di ujikan, dan perbedaan media tanam berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan biji kacang hijau (Phaseolus radiatus L) sebagai hipotesis alternatif.
Dari percobaan yang telah di lakukan di dapatkan hasil yang menunjukan bahwa perbedaan media tanam (tanah, kompos, kapas, sekam,serbuk gergaji) mempengaruhi kecepatan pertumbuhan biji kacang hijau (Phaseolus radiatus L). Media tanam yang baik untuk pertumbuhan kacang hijau adalah media yang mempunyai unsur hara yang cukup untuk mendukung pertumbuhan biji kacang hijau dan memiliki kelembapan yang baik sehingga air yang di serap oleh tumbuhan lebih banyak dan air yang di uapkan menjadi sedikit. Keadaan ini mendukung aktivitas pemanjangan sel-sel untuk mencapai ukuran maksimum sehingga lebih cepat menjadi besar.
Dari hasil percobaan tersebut maka dapat di simpulkan bahwa hipotesis nol (H )di tolak dan yang diterima adalah hipotesis alternative (H ) yaitu perbedaan media tanam berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan biji kacang hijau (Phaseolus radiatus L).


4..4 Pembahasan
4.4.1 Tanah Subur
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pada media tanah subur kecepatan pertumbuhan biji kacang hijau, paling cepat diantara media tanam yang lainya. Pada hari pertama, panjang batang kacang hijau adalah 1,5 dan hari ke dua panjangnya menjadi 4,5 fase pertambahan panjang ini disebut dengan fase awal dimana pertumbuhan terjadi secara lamban. Pada hari ke dua biji kacang hijau mengalami pertambahan panjang yang signifikan yaitu panjang batangnya bertambah 12 cm. Fase ini disebut dengan fase log dimana pada fase ini terjadi pertumbuhan yang cepat sekali hingga mencapai maksimum, kemudian diikuti pula dengan penurunan kecepatan pertumbuhan. Sedangkan pada hari ke lima, ke enam dan ketujuh disebut fase perlambanan yaitu pertumbuhn menjadi lambat (tidak secepat hari ke dua dan ke tiga).


4.4.2 Kompos
Kecepatan pertumbuhan biji kacang hijau pada media tanam kompos cukup baik karena pada media kompos kecepatanpertumbuhan biji kacang hijau terbaik ke-2 setelah tanah yang subur. Fase awal terjadi pada hari pertama menuju hari ke dua.Pada fase ini pertumbuhannya terjadi secara lamban. Fase log yaitu fase dimana terjadi pertumbuhan yang cepat sekali hingga mencapai maksimum, kemudian diikuti pula dengan penurunan kecepatan pertumbuhan, terjadi pada hari ke dua sampai hari ke empat. Sedangkan pada hari ke lima, ke enam dan ketujuh disebut fase perlambanan.


4.4.3 Kapas
Kecepatan pertumbuhan biji kacang hijau pada media tanam kapas adalah . Pada hari pertama sampai hari ke tiga disebut fase awal yaitu pertumbuhan terjadi secara lamban. Pada hari ke empat menuju hari ke lima biji kacang hijau mengalami pertumbuhan yang sangat cepat dari 12,5 cm menjadi 24 cm, afse ini disebut dengan fase log . Sedangkan pada hari ke lima sampai hari ke enam disebut dengan fase perlambanan karena pada fase ini pertumbuhan panjang batang kacang hijau sudah mengalami perlambatan pertumbuhan.


4.4.4 Sekam
Fase awal terjadi pada hari pertama sampai hari ke tiga. Pada fase ini pertumbuhaanya terjadi secara lamban. Hari ke empat sampai hari ke lima disebut fase log fase ini terjadi pertumbuhan yang cepat sekali sehingga mencapai maksimum kemudian diikuti pula dengan penurunan kecepatan pertumbuhan. Hari ke lima dan ke enam disebut fase perlambanan, pertumbuhannya menjadi lambat.


4.4.5 Serbuk Gergaji
Pada hari pertama sampai ke dua panjang batangnya 1 cm. Kemudian pada hari ke dua panajang batangnya bertambah 1 cm sehingga panjang batangnya menjadi 2 cm. Hari ke tiga sampai ke enam biji kacang hijau tidak mengalami
pertambahan panjang. Dari hari ke enam sampai hari ke tujuh biji kacang hijau hanya bertambah 0,5 cm. Kecepatan pertumbuhan biji kacang hijau yang di tanam pada media tanam serbuk gergaji paling lambat diantara media tanam yang lain (tanah subur, sekam, kompos, kapas). Hal ini disebabkan karena serbuk gergaji kurang mampu untuk menjaga kelembapan sehingga pertumbuhan biji kacang hijau menjadi terhambat.



4.5 Keterbatasan Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini penulis mendapatkan beberapa keterbatasan penelitian sehingga penelitian ini masih dirasakan kurang sempurna, adapum keterbatasan tersebut antara lain:
1. Pengaruh yang kami ukur hanya pada pengaruh perbedaan media tanam dan
kelembapan masing-masing media tanam yang mempengaruhi banyaknya nutrisi baik makro maupun mikro yang dapat di serap oleh tumbuhan.sehingga faktor-faktor yang lain tidak dapat kami perhatikan
2. Sampel yang kami pergunakan adalah biji kacang hijau yang tumbuh di Kabupaten Jembrana, sehingga untuk biji kacang hijau di tempat lain blum bisa
kami nyatakan sama dengan sample yang kami pergunakan atau sample yang kami gunakan blum bisa mewakili populasi yang ada.





BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam bab kesimpulan dan saran ini akan diuraikan tentang : 5.1 Simpulan, 5.2 saran.

5.1 Simpulan
Dari karya yang kami buat, dapat kami simpulkan bahwa :
Perbedaan media tanam berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan biji kacang hijau. Perbedaan tersebut disebabkan karena masing-masing media tanam mengandung unsure hara yang berbeda satu sama lain dan masing-masing media tanam juga memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menjaga kelembapan sehingga berpengaruh terhadap penyerapan nutrisi baik usur makro maupun mikro. Dari percobaan yang telah kami lakukan, media tanam yang paling baik untuk pertumbuhan biji kacang hijau adalah tanah yang subur. Tanah dapat menjaga kelembapan dengan baik, hal ini menyebabkan laju transpirasi meningkat sehingga penyerapan air dan zat-zat mineral juga meningkat Hal itu akan meningkatkan ketersediaan nutrisi untuk pertumbuhan biji kacang hijau. Sedangkan serbuk gergaji kurang baik jika digunakan sebagai media tanam untuk pertumbuhan biji kacang hijau. karena serbuk gergaji kurang mampu menjaga kelembapan sehingga penyerapan nutrisi menjadi tidak sempurna. Hal ini akan mengurangi ketersediaan nutrisi untuk pertumbuhan biji kacang hijau sehingga pertumbuhannya juga terhambat.
5.2 Saran
Adapun saran-saran yang dapat kami berikan, antara lain :
5.2.1 Untuk menanam biji kacang hijau, salah satu hal yang harus diperhatikan
adalah media tanam. Media tanam yang paling baik untuk pertumbuhan biji kacang hijau adalah tanah yang subur. Jadi jika ingin membudidayakan tanaman kacang hijau pergunakanlah tanah sebagai media tanamnya.
5.2.2 Hindari penggunaan media tanam yang kurang mampu menjaga kelembapan
seperti serbuk gergaji. Hal ini akan berpengaruh terhadap penyerapan nutrisi oleh tanaman.
5.2.3 dalam melakukan percobaan, untuk mendafatkan hasil percobaan yang bak
ada perkecambahan biji kacang hijau terlebih dahulu di lakukan perendaman untuk memecah dormansi tenaman itu sendiri.jadi perendaman lebih di maksimalkan agar mendapatkan hasil pengamatan yang maksimal dan meminimalisir kesalahan dalam penelitian.



Daftar Pustaka


Nurhayati, Nunung. 2008. Biologi Bilingual untuk SMA/MA Kelas XII Semester 1 dan
2. Bandung: CV. YRAMA WIDYA.

Pujiyanto, Sri. 2008. Menjelajah Dunia Biologi 3 untuk kelas XII SMA dan MA. PT
Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Triyanto. 2010. Ringkasan Materi Dan Latihan Soal TUNTAS TUNTUNAN KE
UNIVERSITAS. Jakarta: GRAHA PUSTAKA.

Anonim. 2008. Kacang Hijau. Di akses pada tanggal 15 Agustus 2010.

Anonim. 2008. Media Tanam. Di akses pada tanggal 17 Agustus 2010.

Anonim. 2008..Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau. Di akses
pada tanggal 20 Agustus 2010.

1 komentar:

  1. sangat membantu..
    dari tadi nyari2 penjelasan tentang bab IV ga ketemu2...
    skarang udah dapet pencerahan dari kak bayu..

    BalasHapus